pengetahuan tentang luka
Pendahuluan
Kulit adalah organ tebesar dari tubuh mausia, dengan luas 1,5 m2 dan berat 15% dar tubuh. Kulit adalah bagian organ yang memiliki kemampuan untuk melindungi dan menjaga keseimbangan tubuh. Kulit adalah bagian dari satu sistem yang besar dari tubuh mauia yang tidak hanya sebagai pelindung tapi juga sebagai alat komunikasi organ dalam tubuh dan memelihara kehidupan.
Kulit memiliki bentuk dan fungsi yang bervariasi, dimana epitel merupakan lapisan sel utama dari kulit. Kulit sendiri terdiri dari beberapa lapisan sel yang masing – masing lapisan memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda. Variasi kulit bergantung pada warnanya, lokasi, ketebalan, usia, iklim, dan jenis kelamin.
Lapisan utama dri kulit paling atas adakah yang paling sering terpapar dengan lingkungan luar yaitu epidermis (kutikel), kemudian setelahnya adalah dermis (kutis vena) lapisan yang paling vital dari kulit dan yang paling dalam yang bukan lapisan utama adalah hypodermis (subkutis) lapisan yang banyak mengandung lemak. Selain itu kulit memiliki aksesoris pelengkap seperti folikel rambut, kelenjar sebasea kelenjar keringat ekrin dan apokrin. Fungsi utama kulit adalah sebagai proteksi, absorbsi, ekskresi, persepsi, pengaturan suhu tubuh, pembentukanpigmen, keratinasi, pembentukan vit.D dan berperan dalam sistem imunitasi tubuh. (Aida S Dahlan, 2006).
Definsi
Luka adalah Rusaknya kesatuan/komponen jaringan, dimana secara specific terdapat subtansi jaringan yang rusak atau hilang
Penyembuhan luka menurut waktu terbagi
- Luka akut : yaitu luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati.
- Luka kronis yaitu luka yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan, dapat karena faktor eksogen dan endogen.
Ada 5 tanda peradangan
bengkak (swelling)
kemerahan (redness)
panas (heat)
Nyeri (pain)
dan kerusakan fungsi (impaired function).
Ada beberapa fase luka
- Fase Inflamasi
Fase inflamasi adalah adanya respon vaskuler dan seluler yang terjadi akibat perlukaan yang terjadi pada jaringan lunak. Tujuan yang hendak dicapai adalah menghentikan perdarahan dan membersihkan area luka dari benda asing, sel-sel mati dan bakteri untuk mempersiapkan dimulainya proses penyembuhan. Secara klinis fase inflamasi ini ditandai dengan : eritema, hangat pada kulit, oedema dan rasa sakit yang berlangsung sampai hari ke-3 atau hari ke-4. - Fase Proliferatif
Proses kegiatan seluler yang penting pada fase ini adalah memperbaiki dan menyembuhkan luka dan ditandai dengan proliferasi sel. Peran fibroblas sangat besar pada proses perbaikan yaitu bertanggung jawab pada persiapan menghasilkan produk struktur protein yang akan digunakan selama proses reonstruksi jaringan. Fase proliferasi akan berakhir jika epitel dermis dan lapisan kolagen telah terbentuk, terlihat proses kontraksi dan akan dipercepat oleh berbagai growth faktor yang dibentuk oleh makrofag dan platelet. - Fase Maturasi
Fase ini dimulai pada minggu ke-3 setelah perlukaan dan berakhir sampai kurang lebih 12 bulan. Tujuan dari fase maturasi adalah ; menyempurnakan terbentuknya jaringan baru menjadi jaringan penyembuhan yang kuat dan bermutu. Fibroblas sudah mulai meninggalkan jaringan granulasi, warna kemerahan dari jaringa mulai berkurang karena pembuluh mulai regresi dan serat fibrin dari kolagen bertambah banyak untuk memperkuat jaringan parut. Kekuatan dari jaringan parut akan mencapai puncaknya pada minggu ke-10 setelah perlukaan.
Komplikasi luka
a. Hematoma (Hemorrhage)
Perawat harus mengetahui lokasi insisi pada pasien, sehingga balutan dapat diinspeksi terhadap perdarahan dalam interval 24 jam pertama setelah pembedahan.
b. Infeksi (Wounds Sepsis)
Merupakan infeksi luka yang sering timbul akibat infeksi nosokomial di rumah sakit. Proses peradangan biasanya muncul dalam 36 – 48 jam, denyut nadi dan temperatur tubuh pasien biasanya meningkat, sel darah putih meningkat, luka biasanya menjadi bengkak, hangat dan nyeri.
c. Dehiscence dan Eviscerasi
Dehiscence adalah rusaknya luka bedah Eviscerasi merupakan keluarnya isi dari dalam luka
d. Keloid
Merupakan jaringan ikat yang tumbuh secara berlebihan. Keloid ini biasanya muncul tidak terduga dan tidak pada setiap orang.
Pengkajian luka
- Lokasi dan letak
- Stadium luka/RYB
- Luas luka
- Status vascular
- Status neurologik
- Infeksi